Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Shafa’

hari minggu, paling asyik kalo bisa jalan-jalan atau rekreasi ke tempat-tempat baru yaaa.. tapi kalo nggak bisa, dan (terpaksa) harus di rumah saja, tetep bisa happy kok 🙂 🙂

caranya bisa macem-macem, yang paling oke adalah melakukan sesuatu yang nggak bikin kita stress.. karena niatnya kan mau happy-happy.. iya, kan? 😉

salah satu kegiatan yang bisa dilakukan, bahkan bisa dilakukan bersama buah hati kita juga lho, adalah beberes rumah.

“lho, itu sih malah bikin streeeessss”
hihihihi.. iya juga ya?? 😀

tapi, bukankah akan jauh lebih stress kalo ngeliat barang-barang kita berantakan, tho? hehehe..
jadi, bisa dibilang walaupun beberes rumah bisa bikin stress tapiiii bisa jadi obat penghilang stress juga [nantinya] 😉

seperti hari minggu saya kali ini,, walaupun nggak beberes keseluruhan rumah tapi lumayanlah bisa menata ulang tempat penyimpanan aksesoris koleksinya putri kecil di rumah kami, Kashafa Mulyono Putri.

seperti di foto berikut inilah tempat penyimpanan aksesorisnya Shafa, hihihihi… super duper berantakan yaaa.. 😀 😀

Digital Camera

asliiiii kalo mau cari jepit, atau tali rambut, atau aksesoris lainnya, harus bongkar dan acak-acak isi kardusnya lebih dulu.. uuuhh.. betapa ribeeeettnya dan bikin berantakan..

Digital Camera

ini lhooo yang punya aksesoris 😉

 

so, organizing your accessories is important way to make your life easier 😀

dan setelah dibongkar dan disortir, ternyata isi kardus itu bisa dipilah-pilah jadi beberapa kategori.

diantaranya,

1. bando, bandana

2. jepit rambut

3. ikat rambut

4. aksesoris yang dirajut (crocheted accessory)

5. karet

Digital Cameradan ternyata, masih ada kategori lain yang bisa ditambahkan. misalnya, kaca mata, kuteks alias cat kuku, dan juga hasil kreasinya Shafa bikin loom bands. hanya saja karena barang-barang ini jumlahnya cuma beberapa biji aja, jadi penyimpanannya bisa dibarengkan dengan barang lainnya.

kalo Anda menyarankan untuk disimpan dalam kontainer-kontainer khusus, saya terima saran itu dengan senang hati 🙂 🙂

tapi karena saya belum punya kontainer khusus untuk aksesoris semacam itu, dan daripada harus beli (irit mode on, hihihi), saya manfaatin toples-toples yang sudah ada di rumah dan lama tidak saya pakai (yang tersimpan dengan tidak rapi di gudang, hehehe).

and this is it 🙂

Digital Camera

aksesorisnya dimasukkan ke toples yang berbeda sesuai kategorinya

sekarang kalo mau dandanin Shafa jadi lebih mudah dalam mencari aksesoris yang pas untuk dia deeeehh.. 🙂 🙂

selamat berdandaaaaann.. eh, selamat beraktivitaaaass maksudnyaaa.. 😉

Advertisements

Read Full Post »

satu minggu menjelang ulang tahun Shafa yang pertama, kami resmi menempati rumah dinas kami yang baru di PG.Assembagoes. di sinilah Shafa memantapkan langkah-langkah kecilnya dan mulai belajar berlari 🙂 🙂

di sini kami punya beberapa ekor ayam yang menjadi teman bermainnya anak-anak 😀 dan Shafa senang sekali memberi mereka pakan tiap pagi… untungnya Shafa masih tetap mau “berteman” dengan mereka walaupun sempat kena cakar salah satu induk ayam..

lariiiii... kejar ayamnya \(^,^)/

lariiiii… kejar ayamnya \(^,^)/

tuuuuhh.. pipinya kena cakar ayam

tuuuuhh.. pipinya kena cakar ayam

selain aktivitas outdoor yang menegangkan itu, Shafa juga seru-seruan di dalam ruangan lhooo 😉 😀 seperti di foto-foto berikut ini niiiihh… mulai dari belajar nulis, maen cilukbaaaa, sampeee bersedia pake tas yang lebih gedhe dari badannya saking pengennya sekolah, hehehe… ~~ini Shafa usia 13 bulan~~

belajar nulis

belajar nulis

mandi uang truusss maen ciluk baaa yuuuk...

mandi uang truusss maen ciluk baaa yuuuk…

aku pengen sekolaaaahh..

aku pengen sekolaaaahh..

ah iya… di usianya yang pertama ini rambut Shafa lamaaaaa banget tumbuh-panjangnya.. sampe-sampe shampoonya aku belikan yang mengandung ekstrak kemiri dan lidah buaya biar rambutnya lebat dan hitam 😀 untung rambut seipritnya ini bisa dikuncir juga, walaupun cuma di bagian depannya aja, itung-itung latian berdandan lah yaa.. hehehehe…

dikuncir satu ;)

dikuncir satu 😉

yang berikutnya, ini senyum-senyum Shafa yang polos dan tulus dari hatinya yang masih putih bersih itu… tanpa ada rasa jengkel, marah, ataupun perasaan buruk lainnya..

241662_1397268106965_6350509_o

272125_1444687612423_7108912_o

290769_1511129793436_182250814_o

menjelang usia 2 tahun ini Shafa sukaaaa banget berpose menggemaskan 😀 tingkah polahnya selalu mengundang senyum yang ngeliat,, dan bagiku itu sangatlah TIDAK MEMBOSANKAN walaupun harus melihat yang seperti itu setiap hari 😀 😉

302528_1541772039473_583331445_n

331462_1885642716025_499064210_o

415092_1964473926756_1460523223_o

459711_2209843940853_724228002_o

dan satu lagi yang bikin aku BANGGA dengan putri kecilku ini adalah dia sudah belajar mendiri sejak usia dini 🙂 🙂 Shafa mulai belajar makan sendiri, walaupun butir-butir nasinya masih kocar-kacir tapi keinginan belajarnya lah yang membuatku salut padanya.

mari makaaaann..

mari makaaaann..

semoga kemandiriannya ini terus bertambah dan kelak membangunnya menjadi pribadi yang tangguh serta mampu bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, aamiiin…

inilah cerita singkat tentang Shafa di rentang usia 1 tahun hingga genap brusia 2 tahun di tanggal 9 Mei 2012 lalu 🙂 dan yang ingin tahu kelanjutan cerita serunya bisa disimak di Part 4 nanti yaaa… i’ll publish it soon… 😉

see you… \(^,^)/

Read Full Post »

berat badan Shafa ketika lahir adalah 3,1 kg tapi bukannya makin hari makin bertambah malahan berat badan dia makin turun… lima hari setelah lahir, ternyata berat badan Shafa menjadi 2,9 kg. walaupun kata dokter spesialis anak (Sp.A) itu adalah normal apabila penurunan berat badannya tidak lebih dari 10% berat awal kelahirannya, tapi yang namanya orang tua pasti ngerasa khawatir ngeliat baby-nya kok makin kurus… ternyata ini efek dari “penyakit kuning”nya Shafa itu (>>>baca cerita selengkapnya di Part 1 – New Born Stage).

dan setelah kondisinya pulih, aku ngebuuuuutt bangeeeett ngasih ASI-nya 😀 😀 itung-itung itu sebagai “pembayaran hutang” berat badan Shafa yang kemaren sempet drop, dan sekarang dipompa biar bisa naik secepatnya 😉

yang di bawah ini beberapa foto Shafa mulai dari (1)masih belum di-phototherapy — (2)setelah digundul acara selapanan — (3)usia 2 bulanan. ####tolong PERHATIKAN perubahan pipi dan lengan Shafa yaaa 😉 ####

sebelum di-phototherapy --masih keliatan "kuning" di wajahnya--

sebelum di-phototherapy –masih keliatan “kuning” di wajahnya–

setelah digundul acara selapanan

setelah digundul acara selapanan

usia 2 bulanan

usia 2 bulanan

syukur alhamdulillah… berat badan Shafa terus bertambah sejalan dengan pertambahan usianya 🙂 dan tumbuh kembangnya pun normal, sama dengan tahap perkembangan bayi-bayi lainnya. di usia 3-4 bulan dia mulai belajar miring dan tengkurap. berlanjut dengan berguling-guling dan mulai “merangkak mundur” 😀 😀 hingga akhirnya bisa merangkak dan belajar duduk di usia 6-7 bulan. Shafa mulai belajar berdiri di usia 10 bulan dan belajar berjalan di usia 11 bulan.

menjadi saksi tumbuh kembang buah hati kita itu sungguuuuhh mengharukan, dan satu kata yang selalu terucap adalah AMAZING!! \(^,^)/

Shafa pake jilbab pertamanya, usia 8 bulanan

Shafa pake jilbab pertamanya, usia 8 bulanan

merangkak sambil tersenyum manis..

merangkak sambil tersenyum manis..

Shafa usia 12 bulan, sudah bisa jalan

Shafa usia 12 bulan, sudah bisa jalan

itulah cerita singkat tumbuh kembang di tahun pertama Shafa 🙂 🙂 nantikan kelanjutan ceritanya di post berikutnya yaaa… 😉

see you.. 😉 \(^,^)/

Read Full Post »

Kashafa Mulyono Putri, 9 Mei 2010

Kashafa Mulyono Putri, 9 Mei 2010

lihatlah wajah mungilnya ketika terlahir ke dunia ini… sungguh amazing rasanya jika teringat kembali bagaimana perjalanan kelahirannya.. 🙂 🙂

ceritanya,
sejak hari Kamis, tanggal 6 Mei 2010, sudah ada tanda-tanda bahwa telah terjadi pembukaan mulut rahim, yaitu berupa bercak-bercak darah. walaupun belum ada rasa mulas (kontraksi) yang biasanya juga jadi pertanda awal kelahiran, aku dan suamiku buru-buru ke rumah sakit terdekat rumah dinas kami, yang kala itu berada di PG. Wringin Anom, untuk memastikan apakah benar sudah tiba waktunya untuk persalinan atau hanya flek biasa.

menurut bidan yang memeriksa memang sudah ada pembukaan dan aku disarankan untuk berada di RS saja supaya jika sewaktu-waktu akan melahirkan sudah bisa segera berada di ruang bersalin. kami setuju dengan saran tersebut, apalagi dengan rekam medis persalinan pertamaku (2 tahun sebelumnya) yang berjalan lancar, ada kemungkinan persalinan yang kedua ini akan lebih cepat prosesnya.

menunggu.. menunggu.. dan menunggu… dua puluh empat jam berlalu dan masih belum terasa mules yang hebat. hari Jumat pun berlalu. berganti dengan hari Sabtu, dan si jabang bayi masih tetap berada dalam rahimku.

sebagai orang yang awam dengan hal semacam ini, aku dan suamiku mulai ga nyaman dengan kondisi ini. apa lagi darah yang keluar sudah makin banyak, tapi si jabang bayi tetap belum ada tanda-tanda mau keluar. ditambah lagi kedua dokter spesialis kandungan (Sp.OG) yang buka praktik di kota kami saat itu sedang tidak ada di tempat, jadinya ga bisa “ngeliat” sebenernya ada apakah gerangan di dalam sana..???

akhirnya setelah bersabar dengan kondisi penuh tanda tanya ini, suamiku meminta kepada dokter jaga supaya aku diberi “perlakuan” agar proses persalinanku ada progresnya, ga jalan di tempat seperti ini saja. dokter setuju dan selang infus itu pun dipasang. ternyata eh ternyata… sampai dengan hari minggu dini hari aku belum merasakan mules-mules. padahal dari pengalaman para ibu yang diberi perlakuan semacam ini (–induksi persalinan–) biasanya rasa mules itu langsung datang dan GPL alias ga pake lama 😀

ketika matahari mulai meninggi, suamiku meminta izin dokter jaga dan langsung membawaku pindah ke rumah sakit lain yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari tempat tinggal kami. tak apalah walaupun harus melewati 3 tapal batas kabupaten, akhirnya aku kembali ditangani oleh ibu Siti Amanah, bidan yang dulu membantu persalinan anak pertama kami.

di rumah sakit yang kedua ini aku langsung diinduksi, dan IT’S TRUE bahwa mulesnya datang cepeeeett bangeeeettt!! ga lebih dari 15 menit setelah selang infus terpasang udah langsung bingung ga karuan rasanya 😀 😀 dan ketika sudah terjadi pembukaan lengkap, perjuangan mengejan pun dilakukan berulang kali dengan ditemani oleh suamiku. sayangnya di tengah-tengah perjuanganku itu tiba-tiba aku merasa lemas dan ga bertenaga sama sekali. untungnya bidan dan perawat yang bertugas langsung sigap dan menyalakan alat penyedot (vacuum) untuk membantu mengeluarkan kepala si jabang bayi. lalu… … …

ooeeee’ oooeee’… alhamdulillah, Kashafa Mulyono Putri terlahir ke dunia ini bersamaan dengan dikumandangkannya adzan sholat ashar 🙂 🙂

legaaaaa rasanya ketika Shafa langsung menangis ketika lahir.. namun kami tak diizinkan untuk langsung pulang ke rumah karena Shafa sempat kurang lancar di proses menjelang kelahirannya maka dia perlu disuntik antibiotik terlebih dahulu.

10 Mei 2013 setelah mandi, eeehh bobo' lagi..

10 Mei 2013 setelah mandi, eeehh bobo’ lagi..

di foto ini terlihat di bagian kelopak mata Shafa berwarna merah. entah itu disebabkan oleh apa, tapi untungnya setelah diberi salep antibiotik yang aman bagi mata akhirnya 2 hari hari kemudian warna merah itu memudar.

setelah bermalam di RS, pada hari selasa (11 Mei 2013) kami pun diizinkan untuk pulang. sayangnya reaksi Kessa ketika melihat adiknya tiba di rumah ataupun saat pertama kali melihatnya di RS tidak sempat diabadikan. tapi saat itu terlihat dari wajahnya ada sebuah perasaan ataupun pertanyaan yang tidak bisa diungkapkannya. dan sewaktu diberi penjelasan dari mana asalnya si adek bayi ini, Kessa berulang kali melihat perutku kemudian beralih ke adeknya 🙂 🙂

sejak di RS sampai dengan berada di rumah, setiap pagi Shafa selalu aku usahakan untuk dipapar sinar matahari pagi. namun sayangnya kadar bilirubin dalam darahnya meningkat dengan pesat dan berefek ke kulitnya menjadi kekuningan. awalnya kupikir normal, tapi ketika warna kuningnya sudah sampai di bola matanya, aku mulai panik dan buru-buru membawanya ke dokter spesialis anak (Sp.A). setelah melakukan cek darah di laboratorium, dan berdasarkan hasil tersebutlah dokter Sp.A menyarankan untuk merawat inap Shafa di RS dan memberi perlakuan paparan sinar (phototherapy) selama 2×24 jam.

melihat bayiku yang baru berusia 5 hari itu harus dipapar di bawah lampu (yang panasnya bikin gerah orang yang berada di bawahnya) dalam keadaan telanjang rasanya hatiku hancur dan air mata ini tak bisa dibendung. pikiran-pikiran buruk terus melintas, untungnya ada suamiku yang selalu menyemangati dan mengingatkanku supaya tenang karena ikatan emosional si bayi dengan ibunya adalah ikatan yang paling kuat. dan alhamdulillah tidak sampai 2×24 jam perlakuan, kadar bilirubinnya menurun dan kondisi Shafa berangsur membaik 🙂 🙂 ini niiiiihhh foto Shafa ketika masih di RS dan sudah boleh pake baju lagi 😉

setelah dipapar sinar

setelah dipapar sinar

bobo miring

bobo miring padahal usianya belum genap 1 bulan

selama pemberian paparan sinar di RS, badan Shafa dibolak-balik dan dimiringkan ke kanan-kiri secara periodik. dan hasilnya adalaaaaahhh… Shafa jadi lebih cepet memiringkan badannya sendiri lhooo 🙂 🙂 bahkan sudah bisa tidur dalam posisi miring seperti di foto.

perkembangan motorik kasar Shafa pun jadi lebih cepet berkembang. so, bagi para “ibu-ayah baru” sebaiknya ga perlu terlalu takut untuk membebaskan gerak si baby karena jika terlalu dikekang (sering digendong dan di-bedhong) ternyata si baby jadi kurang aktif bergerak. dan satu lagi poin tambahan jika bayi kita sudah bisa memiringkan badannya sendiri adalah ibu bisa menyusui bayinya dengan rebahan dan bagian pinggang-punggung menjadi tidak mudah capek akibat kelamaan duduk waktu menyusui, hehehehe… 😀

sampai jumpa di A Page For Shafa part selanjutnya yaaaa… 😉

Read Full Post »

U.N.I.Q.U.E

Kashafa

buah hatiku yang satu ini suaranya indaaaaahhh sekali, tiap kali menyanyi bersama di sekolah pasti terdengar suaranya yang meleengking hingga ke luar kelasnya 😀
ya, Kashafa Mulyono Putri, atau yang biasa dipanggil Shafa ini kalo diamat-amati sepertinya dia lebih interest untuk nyanyi, dan tak seperti kakaknya yang lebih suka berkutat dengan komputer.

and i love it ! ! !

sebagai seorang Ibu yang pernah belajar di bidang Biologi, aku sangat mengerti dan berusaha untuk selalu paham bahwa TIAP INDIVIDU ITU UNIK; TIAP INDIVIDU ITU BERBEDA. hingga aku pun yakin bahwa tak akan pernah ada dua individu yang sama persis 🙂

aku tak bisa memaksa Shafa untuk mengeksplorasi isi komputer dan belajar surfing di dumay jika memang dia tidak ingin melakukannya. dan aku pun tak bisa menahan keinginannya untuk melakukan konser nyanyi, bahkan di jam 9PM menjelang waktu tidurnya 😀 😉

~~ namun sayangnya aku tidak bisa insert rekaman suara Shafa ketika bernyanyi di web-blog ku ini 😦 ~~

lalu, di siang hari itu (31 Agustus 2013) tiba-tiba Shafa mendadak berkeinginan belajar membaca buku alphabet, belajar ketik-ketik di mic-word dan bikin gambar-gambar menggunakan program paint. waaaaahh… langsung deh diabadikan dulu nih moment tak terduga semacam ini 😀

dig-cam1-001

hihihihihi… tuuuhh lucuuuuu banget ya ekspresi mukanya Shafa kalo lagi belajar 😀

dan ketika dia interest dan nyantol dengan instruksi yang aku berikan, gimana cara utak-atik ukuran dan warna huruf (font) yang diketikkan, wooooww seneeeeeng banget rasanya..!! 🙂

lalu, ketika dia mulai bereksperimen dengan “pensil dan kuas”nya di paint, dia pun berseru “yeeeeayy.. berhasil, berhasil..!!!” seperti yang sering diucapkan Dora the Explorer ketika bisa melakukan sesuatu 🙂 itu pun dibarengi dengan kedua tangannya yang diangkat ke atas \(^,^)/ bener-bener seerrrruuuu deh acara belajarnya 😀

setelah puas belajar di komputer (yang tak lebih dari 30 menit itu), akhirnya sesi belajarnya ditutup dengan kalimat “Adek udah selesai belajarnya, Mi” hehehehe… yaaaa oke laaahh namanya juga masih tahap pengenalan huruf, warna dan bentuk-bentuk geometri sederhana 🙂

hari yang seru itu pun ditutup dengan aktivitas yang seerrrruuuu pulaaaa… 😉

Listen to the music 😉

yuuuukk kita dengerin lagu-lagu dulu yuuuuk sebelum tidur.. dan jangan lupa, berikan tepuk tangan yang meriah untuk Adek Shafa yang sedang bernyanyi ini yaaaa… \(^,^)/ terima kasiiiihhh semuaaaa…

Read Full Post »