Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘persalinan’

Kashafa Mulyono Putri, 9 Mei 2010

Kashafa Mulyono Putri, 9 Mei 2010

lihatlah wajah mungilnya ketika terlahir ke dunia ini… sungguh amazing rasanya jika teringat kembali bagaimana perjalanan kelahirannya.. 🙂 🙂

ceritanya,
sejak hari Kamis, tanggal 6 Mei 2010, sudah ada tanda-tanda bahwa telah terjadi pembukaan mulut rahim, yaitu berupa bercak-bercak darah. walaupun belum ada rasa mulas (kontraksi) yang biasanya juga jadi pertanda awal kelahiran, aku dan suamiku buru-buru ke rumah sakit terdekat rumah dinas kami, yang kala itu berada di PG. Wringin Anom, untuk memastikan apakah benar sudah tiba waktunya untuk persalinan atau hanya flek biasa.

menurut bidan yang memeriksa memang sudah ada pembukaan dan aku disarankan untuk berada di RS saja supaya jika sewaktu-waktu akan melahirkan sudah bisa segera berada di ruang bersalin. kami setuju dengan saran tersebut, apalagi dengan rekam medis persalinan pertamaku (2 tahun sebelumnya) yang berjalan lancar, ada kemungkinan persalinan yang kedua ini akan lebih cepat prosesnya.

menunggu.. menunggu.. dan menunggu… dua puluh empat jam berlalu dan masih belum terasa mules yang hebat. hari Jumat pun berlalu. berganti dengan hari Sabtu, dan si jabang bayi masih tetap berada dalam rahimku.

sebagai orang yang awam dengan hal semacam ini, aku dan suamiku mulai ga nyaman dengan kondisi ini. apa lagi darah yang keluar sudah makin banyak, tapi si jabang bayi tetap belum ada tanda-tanda mau keluar. ditambah lagi kedua dokter spesialis kandungan (Sp.OG) yang buka praktik di kota kami saat itu sedang tidak ada di tempat, jadinya ga bisa “ngeliat” sebenernya ada apakah gerangan di dalam sana..???

akhirnya setelah bersabar dengan kondisi penuh tanda tanya ini, suamiku meminta kepada dokter jaga supaya aku diberi “perlakuan” agar proses persalinanku ada progresnya, ga jalan di tempat seperti ini saja. dokter setuju dan selang infus itu pun dipasang. ternyata eh ternyata… sampai dengan hari minggu dini hari aku belum merasakan mules-mules. padahal dari pengalaman para ibu yang diberi perlakuan semacam ini (–induksi persalinan–) biasanya rasa mules itu langsung datang dan GPL alias ga pake lama 😀

ketika matahari mulai meninggi, suamiku meminta izin dokter jaga dan langsung membawaku pindah ke rumah sakit lain yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari tempat tinggal kami. tak apalah walaupun harus melewati 3 tapal batas kabupaten, akhirnya aku kembali ditangani oleh ibu Siti Amanah, bidan yang dulu membantu persalinan anak pertama kami.

di rumah sakit yang kedua ini aku langsung diinduksi, dan IT’S TRUE bahwa mulesnya datang cepeeeett bangeeeettt!! ga lebih dari 15 menit setelah selang infus terpasang udah langsung bingung ga karuan rasanya 😀 😀 dan ketika sudah terjadi pembukaan lengkap, perjuangan mengejan pun dilakukan berulang kali dengan ditemani oleh suamiku. sayangnya di tengah-tengah perjuanganku itu tiba-tiba aku merasa lemas dan ga bertenaga sama sekali. untungnya bidan dan perawat yang bertugas langsung sigap dan menyalakan alat penyedot (vacuum) untuk membantu mengeluarkan kepala si jabang bayi. lalu… … …

ooeeee’ oooeee’… alhamdulillah, Kashafa Mulyono Putri terlahir ke dunia ini bersamaan dengan dikumandangkannya adzan sholat ashar 🙂 🙂

legaaaaa rasanya ketika Shafa langsung menangis ketika lahir.. namun kami tak diizinkan untuk langsung pulang ke rumah karena Shafa sempat kurang lancar di proses menjelang kelahirannya maka dia perlu disuntik antibiotik terlebih dahulu.

10 Mei 2013 setelah mandi, eeehh bobo' lagi..

10 Mei 2013 setelah mandi, eeehh bobo’ lagi..

di foto ini terlihat di bagian kelopak mata Shafa berwarna merah. entah itu disebabkan oleh apa, tapi untungnya setelah diberi salep antibiotik yang aman bagi mata akhirnya 2 hari hari kemudian warna merah itu memudar.

setelah bermalam di RS, pada hari selasa (11 Mei 2013) kami pun diizinkan untuk pulang. sayangnya reaksi Kessa ketika melihat adiknya tiba di rumah ataupun saat pertama kali melihatnya di RS tidak sempat diabadikan. tapi saat itu terlihat dari wajahnya ada sebuah perasaan ataupun pertanyaan yang tidak bisa diungkapkannya. dan sewaktu diberi penjelasan dari mana asalnya si adek bayi ini, Kessa berulang kali melihat perutku kemudian beralih ke adeknya 🙂 🙂

sejak di RS sampai dengan berada di rumah, setiap pagi Shafa selalu aku usahakan untuk dipapar sinar matahari pagi. namun sayangnya kadar bilirubin dalam darahnya meningkat dengan pesat dan berefek ke kulitnya menjadi kekuningan. awalnya kupikir normal, tapi ketika warna kuningnya sudah sampai di bola matanya, aku mulai panik dan buru-buru membawanya ke dokter spesialis anak (Sp.A). setelah melakukan cek darah di laboratorium, dan berdasarkan hasil tersebutlah dokter Sp.A menyarankan untuk merawat inap Shafa di RS dan memberi perlakuan paparan sinar (phototherapy) selama 2×24 jam.

melihat bayiku yang baru berusia 5 hari itu harus dipapar di bawah lampu (yang panasnya bikin gerah orang yang berada di bawahnya) dalam keadaan telanjang rasanya hatiku hancur dan air mata ini tak bisa dibendung. pikiran-pikiran buruk terus melintas, untungnya ada suamiku yang selalu menyemangati dan mengingatkanku supaya tenang karena ikatan emosional si bayi dengan ibunya adalah ikatan yang paling kuat. dan alhamdulillah tidak sampai 2×24 jam perlakuan, kadar bilirubinnya menurun dan kondisi Shafa berangsur membaik 🙂 🙂 ini niiiiihhh foto Shafa ketika masih di RS dan sudah boleh pake baju lagi 😉

setelah dipapar sinar

setelah dipapar sinar

bobo miring

bobo miring padahal usianya belum genap 1 bulan

selama pemberian paparan sinar di RS, badan Shafa dibolak-balik dan dimiringkan ke kanan-kiri secara periodik. dan hasilnya adalaaaaahhh… Shafa jadi lebih cepet memiringkan badannya sendiri lhooo 🙂 🙂 bahkan sudah bisa tidur dalam posisi miring seperti di foto.

perkembangan motorik kasar Shafa pun jadi lebih cepet berkembang. so, bagi para “ibu-ayah baru” sebaiknya ga perlu terlalu takut untuk membebaskan gerak si baby karena jika terlalu dikekang (sering digendong dan di-bedhong) ternyata si baby jadi kurang aktif bergerak. dan satu lagi poin tambahan jika bayi kita sudah bisa memiringkan badannya sendiri adalah ibu bisa menyusui bayinya dengan rebahan dan bagian pinggang-punggung menjadi tidak mudah capek akibat kelamaan duduk waktu menyusui, hehehehe… 😀

sampai jumpa di A Page For Shafa part selanjutnya yaaaa… 😉

Advertisements

Read Full Post »